Kesehatan

Dampak Buruk Sering Chatting

Kehidupan masyrakat sekarang sudah semakin berubah. Seiring dengan berkembangnya teknologi, Cara hidup masyarakat juga mulai berubah. Salah satu hal yang sering kita lihat adalah masalah chatting. Bagi sebagian orang Chatting merupakan media komunikasi hemat biaya. Selain itu chatting juga bisa sebagai media informasi cepat tanpa hambatan. Tetapi mereka tidak mengetahui Dampak Buruk Sering Chatting. Karena chatting juga memicu sebuah prilaku yang tidak baik. Dalam Dunia kedokteran Prilaku yang berubah yang di akibatkan karena sering chatting yaitu disebut Penyakit Skizofrenia.

Dampak Buruk Sering Chatting
Dampak Buruk Sering Chatting

Selain untuk melakukan percakapan melalui suara, sekarang di hp sudah di terapkan teknologi chating dengan suara. Bukan hanya orang dewasa, anak-anak pun sekarang sudah membawa hp canggih yang bisa di pakai untuk chattting. Sebagai orang tua, seharusnya bisa menanggulangi dampak buruk sering chatting ini dengan tidak memberikan anaknya membawa hp yang canggih. Apabila anak sering chatting akan memicu penyakit skizofrenia.

Dampak Buruk Sering Chatting

Seperti yang sudah saya jelaskan di atas, Sering chatting bisa menyebabkan sebuah penyakit skizofrenia yang akan bertampak buruk bagi anak dan juga remaja. Prilaku Remaja yang sekarang sangat berbeda juga tergolong mengidap penyakit ini. Penyakit ini tergolong Gangguan mental. Adapun ciri-ciri orang yang mengidap penyakit skizofrenia  antara lain :

Fobia Percakapan

Keseringan Chatting mengakibatkan semua kebutuhan percakapan bisa di lakukan melalui chatting, sehingga lama-kelamaan, seseorang akan mengalami fobia terhadap percakapan secara langsung. Dimana mereka lebih terbiasa mengetik daripada berbicara secara langsung. kalaupun dalam chatting bisa melakukan percakapan suara, mereka tidak melakukan tatap muka secara langsung.

Menarik Diri dari Kehidupan Sosial

Ini juga salah satu dari Dampak Buruk Sering Chatting, semuanya bisa di lakukan tanpa perlu berinteraksi dengan masyarakat. Kebanyakan orang yang sering chatting lebih suka menyendiri dan tidak mau berhubungan dengan Masyarakat. Ini tentunya tidak baik. Karena kehidupan manusia tidak lepas dari hubungan sosial dengan masyarakat.

Lebih Mengarah ke Perilaku Eskapis

Perilaku eskapis merupakan perilaku manusia dimana semua masalah yang seharusnya di selesaikan dengan cara wajar, tetapi malah di selesaikan melalui chatting ataupun pesan singkat. Masalah – masalah penting ini di anggap sangat sepele sampai bisa memutuskanya melalui pesan singkat ( chatting ). Ini merupakan dampak buruk sering chatting yang sering kita lihat. Seperti contoh ( memutuskan pacar lewat chatting atau sms ) , ( melakukan percerain atau menceraikan istri lewat pesan singkat ).

Semua prilaku yang di lakukan pengidap penyakit skizofrenia di atas semuanya mengarah ke Texting Syndrome. Dimana semua aktifitas yang seharusnya dilakukan melaui percakapan secara langsung, di terjemahkan menjadi text. Untuk menghindari Texting Syndrome anda perlu melakukan hal-hal sebagai berikut :

  • Hindari membahas masalah dengan menggunakan aplikasi pesan atau aplikasi Chatting.
  • Orangtua juga perlu menyita ponsel anak agar dia pergi bermain dan berinteraksi sosial dengan teman sepermainannya.
  • Bacalah hati-hati saat menerima pesan teks, jangan bersifat defensif.
  • Mix chat bersamaan dengan percakapan melalui media digital seperti menelepon, video call dan sebagainya.

Semua hal tersebut merupakan dampak buruk dari perkembangan teknologi yang semakin cepat. Sangat berbeda sekali dengan kehidupan masyarakat jaman dulu. Mereka lebih sering berinteraksi sosial dan berbaur dengan masyarakat yang lain. Seharusnya kita harus pintar menyerap sisi positif dari perkembangan teknologi. jangan sampai malah kita yang terhanyut ke dalamnya. Ini juga di sebabkan tingkah laku manusia yang selalu ingin melakukan hal yang praktis, nggak repot, nggak ribet, cepat. Meskipun harus mengeluarkan biaya untuk itu.

 

Silahkan komentar menggunakan akun anda

1 Comment

Tinggalkan Balasan