Forex Trading Indicator

Belajar trading menggunakan indicator stochastics

Perdagangan mata uang yang biasa disebut forex trading kelihatan sangat simple dan mudah untuk dilakukan. Tetapi sebenarnya perdagangan mata uang memiliki resiko yang sangat tinggi dan bisa membuat beberapa orang menjadi stress dan putus asa. Sehingga pengetahuan ilmu trading yang memadai sangatlah diperlukan. Pengetahuan yang di dapatkan harus secara langsung diaplikasikan dalam perdagangan yang sebenarnya. Salah satu pelajaran yang akan aku bagikan kali ini mengenai stochastics oscillator. Belajar trading menggunakan indicator stochastics bisa membantu trader untuk tetap bertahan di pasar mata uang dan membantu mendapatkan profit dengan mudah.

Jika kita berbicara tentang indicator stochastics, tentunya sangat erat kaitanya dengan strategi trading yang dipadukan dengan beberapa indicator lainya seperti Moving average, RSI ( Relative Strenght Index, ADX, CCI, dan Custom indicator lainya. Strategi lengkapnya akan aku terbitkan pada postingan berikutnya. Untuk sekarang masi kita belajar dasar dasar pengetahuan stochastic oscillator

Belajar trading menggunakan indicator stochastics

Mengenal indicator stochastic oscillator

Stochastic oscillator adalah sebuah indicator bawaan metatrader 4 yang terdiri dari dua buah garis. Garis ini akan terbentuk setiap kali canlde baru muncul. Garis pertama disebut sebagai D% garis kedua disebut K%. Indicator ini memberikan sebuah perhitungan yang di dasarkan candle dalam chart metatrader. Fungsi utama stochastic adalah memprediksi perubahan harga atau titik perbalikan arah harga yang baru. Harga akan naik ataupun turun.

Bagaimana cara stochastik menghitung ?

Stochastic menghitung berdasarkan candle dan harga tertinggi serta harga terendah pada jangka waktu tertentu atau timeframe tertentu.

Garis K% = 100* ( harga-L5 ) / ( H5-L5 )
Garis D% = 100* H3/L3

Indicator ini memberikan hasil perhitungan berdasarkan harga terakhir atau harga penutupan candle.
L5 dan L3 harga terendah berdasarkan pada n periode. Dalam hal ini angka 5 dan 3 nilai L menunjukan harga terendah pada harga sebelumnya 3 dan 5 jam yang lalu.
H5 dan H3 merupakan harga tertinggi berdasarkan n periode. Angka 5 dan 3 itu artinya harga sebelumnya pada 3 dan 5 jam yang lalu.
Garis D% mengacu pada 3 periode Moving Average rata rata K%.

Bagaimana cara stochastic menafsirkan pasar ?

Sebuah stochastik hanya memberikan sebuah perkiraan harga akan naik ataupun turun. Seperti yang aku bilang tadi indicator ini akan terus mencari kemungkinan pembalikan harga. Dimana saat garis K% dan garis D% saling bersinggungan baik dari atas maupun bawah. Akan menghasilkan sebuah signal jual dan juga signal beli. Untuk itulah stochastic bisa memberikan signal cukup akurat sekitar 70% sangat akurat.

Belajar trading menggunakan indicator stochastics
Contoh Signal Buy Stochastic oscillator
signal sell stochastic oscillator
Contoh Signal Sell Stochastic

Kapan stochastic memberikan signal salah ?

Sebuah indicator teknikal bisa saja memberikan sebuah perkiraan harga yang salah. Sekitar 30 % kesalahan bisa saja terjadi saat sentimen pasar berubah drastis dan harga berbalik tidak sesuai perhitungan. Seperti halnya pada saat berita penting di rilis. Sehingga menghindari dan berhenti trading saat rilis berita sangat penting. Jika memang kamu nggak memahami teknik fundamental analisis.

Bagaimana peranan stochastic dengan trend ?

Stochastic memang bukanlah indicator yang bisa mengidentifikasi trend. Tetapi jika di gunakan pada timeframe besar, bisa memberikan signal weak trend pada rimeframe kecil. Selain itu stochastic juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi pembalikan trend ataupun rangging market. Pembalikan trend biasa di sebut sebagai trend divergence.

Stochastic Divergence

Stochastic bisa digunakan untuk mengidentifikasi adanya kebingungan pada market yang pada akhirnya menimbulkan adanya perubahan trend. Kebingungan market bisa dilihat dengan menggunakan perbandingan tinggi harga di chart dengan tinggi analisa di stochastic. Secara mata telanjang sangat mudah kita temukan adanya signal stochastic divergence pada chart. Tetapi ingatlah bahwa signal divergence stochastik akan valid jika adanya crossing garis K% dan D% stochastic oscillator.

signal bearish divergence stochastic

Jika kita memang menyimak materi belajar trading menggunakan indicator stochastics diatas, pastinya kita perlu mempertimbangkan sebuah indicator simple seperti stochastic untuk tetap digunakan. Kita tidak perlu memburu custom indicator yang ampuh untuk scalping maupun untuk memperoleh profit yang banyak. Karena pada dasarnya indicator simple saja sudah cukup baik memberikan signal open posisi. Ingatlah keserakahan dalam trading bisa menyebabkan kekalahan yang besar. Jadi bijak bijaklah menggunakan money management.

Silahkan komentar menggunakan akun anda

1 Comment

Tinggalkan Balasan